PUPR Terus Kebut Pembangunan Jalan Tol

  • Bagikan

INDONESIAUPDATE.ID – Sempat agak mengendor pada 2020, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kembali tancap gas membangun jalan tol pada 2021.

Sepanjang kurun Januari–April 2021, 54,7 km jalan tol baru rampung dibangun dan telah pula dioperasikan. Jalur tol baru itu akan menjadi bagian dari 427 km jalan tol baru, dari 19 ruas, yang ditargetkan tuntas pada 2021.

Seperti dituangkan pada Peraturan Presiden (Perpres) nomor 56/2018, jalan tol itu menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Pelaksananya ialah Kementerian PUPR dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Secara keseluruhan, ada 64 proyek tol yang termasuk dalam kategori PSN dan ruas-ruas lainnya yang penting ditingkatkan konektivitas.

Staf Ahli Menteri bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S Atmawidjaja yang sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR mengatakan, hingga April 2021 tercatat panjang  tol yang sudah beroperasi mencapai 2.391 Km, yang  terbagi dalam 62 ruas yang dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Rinciannya, ruas tol yang dioperasikan pada periode 1978-2014 sepanjang 795 km, periode 2015-2019 bertambah 1.298 km, memanjang lagi 246 km pada 2020, dan 54,69 km tambahan pada Januari hingga April 2021.

“Jumlah panjang jalan tol yang akan beroperasi masih akan terus bertambah lagi, ditargetkan tahun 2021 sebanyak 19 ruas sepanjang 427 km yang telah dan akan tuntas sehingga secara keseluruhan 2.764 km jalan tol yang akan selesai dan beroperasi di seluruh Indonesia di akhir 2021,” kata Endra Atmawijaya. Dengan demikian, selama 2015-2021 ada pertambahan 1.969 km.

Lebih lanjut,  Endra menyebutkan, pada Januari-April 2021 ada tujuh ruas (54,7 km) jalan tol baru yang beroperasi.

Berita Terkait  Berikut Tol Jakarta-Cikampek yang Tutup Sampai Hari Jum'at

Rinciannya ialah Banda Aceh-Sigli seksi 3 (16 km), Medan-Binjai seksi 1A (4,2 km), Bekasi-Cawang-Kampung Melayu seksi 1A (2,7 km), Serpong-Cinere seksi 1 (6,5 km), Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran (14,2 km), Kayu Agung-Palembang-Betung seksi 1 Tahap 1B 8,2 km, dan Bogor Ring Road seksi 3A sepanjang 2,85 km.

Ruas Serpong–Cinere dan Cengkareng–Batu Ceper–Kunciran telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada awal April lalu.

Maka, PR untuk Menteri Basuki di 2021 ada 373 km lagi di 13 ruas yang kini pengerjaannya terus dikebut.

Sebarannya, ruas Trans-Sumatera sepanjang 172,9 km yang antara lain ruas Kuala Tanjung-Pematang Siantar 96,5 km, Sigli-Banda Aceh tiga seksi seksi 18,8 km, dan Pekanbaru-Bangkinang (40 km).

Yang juga sedang dikebut oleh Menteri Basuki ialah ruas tol di Jabodetabek 77,5 km. Di antaranya Tol Cibitung-Cilincing seksi 1-4 sepanjang 34,8 km, Cimanggis-Cibitung seksi 2 (23 km), dan Bekasi-Cawang-Kampung Melayu seksi 2A (4,9 km).

Di Jawa Barat, yang masuk list  prioritas penyelesaian ialah Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan empat seksi 38,5 km, dua seksi Ciawi-Sukabumi 11,9 km, dan ada pula  Balikpapan-Samarinda serta Manado-Bitung.

Dalam berbagai kesempatan, Presiden Joko Widodo selalu menekankan, bahwa kehadiran jalan tol harus dimaknai sebagai bagian infrastruktur yang bisa meningkatkan konektivitas antarwilayah dan antarelemen masyarakat  yang memberi manfaat baik dari sisi sosial, ekonomi, politik, dan budaya.

Bersama infrastruktur besar lainnya seperti telekomunikasi, semua akan membangun konektivitas yang akan memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa.

Dari sisi ekonomi, kata Presiden, jalan tol yang dibangun itu akan mempermudah akses ke bandara, pelabuhan, akses ke destinasi wisata, serta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Selain, mendukung kelancaran rantai pasok. Ujungnya, memperkuat daya saing dengan menekan biaya logistik.

Berita Terkait  Kementerian PUPR Siap Lelang Sembilan Ruas Jalan Tol

“Biaya logistik kita masih mahal, sekitar 24 persen dari produk domestik bruto (PDB),” kata Presiden Joko Widodo seusai rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, akhir 2020.

Selama bertahun-tahun biaya logistik di Indonesia memang bergerak di antara 24-25 persen dari PDB, tertinggi di Asean.

Maka, yang termasuk dalam prioritas Presiden Jokowi dalam membangun infrastruktur ekonomi juga ada pelabuhan, bandara, jalur kereta api, yang juga berkaitan dengan biaya logistik.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, berkat kehadiran jalan tol, perjalanan makin cepat, efisiensi waktu meningkat, sehingga memberikan keuntungan yang lebih besar bagi perusahaan angkutan logistik.

Danang menyebutkan, secara rata-rata  kendaraan yang melintas di  jalan tol kecepatannya meningkat menjadi 69 km/jam di ruas tol dalam kota di 2020, naik dari rata-rata 40 km/jam pada 2019.

Untuk tol di luar kota kecepatan rata-rata kendaraan 82 km/jam pada 2020, meningkat signifikan dari 70 km/jam pada 2019.

Perkembangan itu diikuti pula oleh turunnya kasus kecelakaan di jalan  tol dan angka kematian yang ditimbulkannya.

“Secara umum keselamatan di jalan tol itu semakin baik,’’ ujar Danang Parikesit dalam konferensi pers di awal 2021.

Direktur Utama PT Hutama Karya Budi Harto mengatakan, jalan tol Bakauhuni-Palembang telah memberikan manfaat langsung bagi pemakai jalan.

Waktu tempuh kendaraan niaga (truk) dapat dipangkas dari yang semula rata-rata 10-12 jam menjadi 5 jam saja. ‘’Biaya logistiknya bisa turun 24,2 persen,’’ katanya dalam sebuah seminar virtual dari Jakarta 16 April 2021.

Kontribusi jalan tol  terhadap penurunan biaya logistik, menurut Buhi Harto, signifikan. Maka, PT Hutama Karya bertekad terus menyelesaikan proyek spesialnya jalan tol Trans-Sumatera secepat mungkin.

Berita Terkait  Video Mesum Sejoli di Hotel Bogor Bikin Heboh

‘’Tidak hanya terkait dengan biaya logistik, jalan tol juga merangsang tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru,’’ ujarnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *