HEADLINESNASIONAL

Kementan Libatkan Berbagai Organisasi Profesi Dukung Regenerasi Petani

839
×

Kementan Libatkan Berbagai Organisasi Profesi Dukung Regenerasi Petani

Sebarkan artikel ini

INDONESIAUPDATE.ID – Pandemi Covid-19 memberikan pukulan telak bagi perekonomian nasional dan dunia. Pengangguran bertambah karena banyaknya pengurangan karyawan di banyak perusahaan menjadikan kondisi ini semakin tak kondusif. Namun, situasi ini justru memunculkan peluang baru untuk berwirausaha, dan ini tak disia-siakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) untuk melahirkan banyak wirausaha muda di sektor pertanian.

Seperti menjadi solusi yang sangat tepat, hadirnya program Youth Enterpreneurship And Employment Support Services (YESS) menjadi asa baru bagi pemuda/pemudi di pedesaan. Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng organisasi kepemudaan untuk memastikan regenerasi pertanian berjalan baik.

Program tersebut salah satunya direaliasasikan melalui program Youth Enterpreneur and Employment Support Services (YESS). Program YESS merupakan program sinergi antara Kementan dan IFAD yang bertujuan untuk menciptakan kesempatan bagi pemuda-pemudi di wilayah pedesaan untuk mengembangkan ekonomi mereka melalui kewirausahaan pengembangan usaha.

Bukan tanpa alasan hal itu dilakukan. Sebab, sektor pertanian memiliki hubungan yang erat dengan daerah pedesaan. Banyaknya lahan yang tersedia menjadi modal utama untuk memajukan sektor pertanian. Tak hanya keberadaan lahan, sumberdaya manusia terutama pemuda-pemudi di pedesaan pun tak pelak menjadi modal utama pembangunan sektor pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyadari betul peran generasi muda dalam pembangunan pertanian sangatlah penting untuk meningkatkan pertanian di Indonesia. Oleh karena itu, Kementan terus mendorong generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

“Pemuda sebagai generasi milenial harus memiliki motivasi dalam bidang pertanian untuk menggerakkan pertanian di Indonesia. Hadirnya petani serta wirausawan pertanian milenial berperan penting dalam mendorong pengembangan jejaring usaha di wilayahnya. Saat ini telah terdata lebih dari 2.000 petani milenial yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Namun, pemerintah tidak berhenti di sini, peningkatan terus dilakukan,” kata Mentan Syahrul.

Berita Terkait  Berikut Agenda KTT Ke-43 ASEAN 2023 Jakarta

Mentan menambahkan, transformasi mau tidak mau akan mengubah cara kita menjalani manajemen usaha pertanian, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. “Saya yakin di tangan generasi milenial pembangunan pertanian akan lebih mudah dicapai,” tutur Mentan Syahrul.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi berharap melalui program YESS akan terwujud regenerasi pertanian, meningkatnya kompetensi sumber daya manusia dari perdesaan serta meningkatnya jumlah wirausaha muda di bidang pertanian.

“Sektor pertanian akan menjadi lapangan kerja menarik, prospektif dan menguntungkan dan dapat berdampak pada penurunan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi,” ungkap Dedi.

Dedi pun mengharapkan petani serta wirausaha pertanian milenial mampu menjadi resonansi penggerak tenaga muda di sekitarnya untuk menjadi SDM pertanian unggulan yang mampu menggenjot pembangunan pertanian menjadi pertanian maju, mandiri dan modern.

Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh program YESS adalah menciptakan lingkungan regulasi yang kondusif terhadap usaha pelibatan pemuda di sektor pertanian. Hal ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Kementerian/Lembaga terkait, pemerintah daerah, stakeholder serta organisasi kepemudaan. Setelah dilakukannya Youth Mobilization Forum atau Forum Koordinasi Kepemudaan oktober 2021 lalu, di tahun ini Kembali digelar kegiatan serupa sebagai tindak lanjut.

Kegiatan yang digelar di DI Yogyakarta pada 12-14 Juli 2022 ini, menghadirkan perwakilan dari National Project Manajement Unit (NPMU), Project Manager Provincial (PPIU) Project Implementation Unit, HIPMI, Perhiptani, KTNA, Ikamaja, Forum P4S, Karang Taruna, baik ditingkat nasional maupun di wilayah YESS. Hadir pula Ketua Umum serta Korwil DPM/DPA Kementan RI yang berada di lokasi YESS serta Young Ambassador program YESS.

Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah saat membuka acara ini mengatakan, keterlibatan berbagai organisasi profesi di sektor pertanian diharapkan dapat menjadi input informasi terkait peluang serta tantangan peningkatan peran pemuda di sektor pertanian baik di tingkat nasional maupun tingkat daerah.

Berita Terkait  Hadapi Musim Hujan, Pemprov DKI Masifkan Grebek Lumpur

“Dari forum ini diharapkan dapat tergambar ruang lingkup prioritas yang dibutuhkan untuk mendorong keterlibatan pemuda di sektor pertanian serta gap dan peluang pemuda dalam dialog kenijakan di sektor pertanian. Keterlibatan organisasi profesi di sektor pertanian ini akan mempercepat proses regenerasi petani yang pastinya akan mendukung keberhasilan program YESS terutama dalam berbagai dialog kebijakan”, ungkap Munifah.

Terkait dukungan Forum P4S berharap semakin banyak calon penerima manfaat program YESS yang melakukan magang, begitupun dengan DPM/DPA yang membuka peluang sama bahkan menjadi offtaker. Terkait akses permodalan, HIPMI dapat membantu menjembatani Program YESS dengan perbankan yang bermitra dengan HIPMI, termasuk juga dengan perusahaan, terdapat perusahaan mitra yang berkolaborasi dengan HIPMI melalui program CSR. HIPMI pun dapat menjadi offtaker dan menghubungkan pengusaha muda Program YESS dengan pasar baik secara online dan offline.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *