NASIONAL

KMI 2025, Kementerian Kebudayaan Siapkan Indikator Jelas untuk Antar Musik Indonesia Mendunia

268
×

KMI 2025, Kementerian Kebudayaan Siapkan Indikator Jelas untuk Antar Musik Indonesia Mendunia

Sebarkan artikel ini

INDONESIA UPDATE – Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 memasuki hari kedua dengan fokus strategis pada upaya membawa musik Tanah Air menembus pasar internasional.

Rangkaian diskusi panel diawali dengan topik “Jalur Lokal ke Global: Menyiapkan Musisi dan Karya Indonesia Mendunia” di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), Ahmad Mahendra, menegaskan pentingnya intervensi pemerintah yang terukur. Ia menyebut, Kemenbud sedang memetakan indikator yang jelas dalam ekosistem musik, mencontoh kesuksesan industri film nasional yang kini makin terbentuk dan meraih prestasi internasional.

“Tanda-tanda pemajuan kebudayaan terus meningkat dari tahun ke tahun, terutama pada jumlah produksi, penonton, kehadiran di festival internasional, dan makin banyak film tanah air yang menang di ajang festival perfilman tingkat internasional, contohnya Pangku,” jelas Ahmad Mahendra.

Kemenbud, lanjut Mahendra, terus memperkuat ekosistem musik melalui berbagai program, di antaranya Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI), AMI, Panggung Maestro, LOKOVASIA, Keroncong Svaranusa, termasuk penyelenggaraan KMI 2025 ini.

Di hadapan lebih dari 300 peserta, para perwakilan platform digital global turut mengapresiasi potensi musik Indonesia. Director YouTube Music Asia Pasifik, Paul Smith, menyoroti keterhubungan erat antara musik dan Indonesia, menyebut 135 juta populasi Indonesia aktif berada di platform mereka.

Senada, Managing Director Spotify untuk Asia Tenggara, Gustav Bac, menyampaikan bahwa platform digital membuka peluang bagi musisi Indonesia untuk menemukan audiens baru yang lebih luas.

Gustav menambahkan, Spotify telah memperhitungkan peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di dalam platformnya. Meski AI digunakan sebagai alat bantu, Gustav menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen melindungi karya seniman dengan mengatur kebijakan yang jelas, filter spam, serta menjaga transparansi dan integritas kreatif.

Berita Terkait  Presiden Jokowi Terima Kunjungan Perdana Mentri Timor Leste

KMI 2025 dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekosistem musik nasional agar mampu bersaing di tingkat global.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan platform digital, konferensi ini menegaskan komitmen bersama dalam menyiapkan talenta dan karya musik Indonesia yang berdaya saing, berkarakter, dan berkelanjutan. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *