Fakta Mengerikan Kampung Narkoba, dari Serangan Petasan sampai Pasukan Bayaran

  • Bagikan
ilustrasi. shutterstock

INDONESIAUPDATE.ID – Sebuah kampung di di Jalan M Kadir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang, Sumatera Selatan diduga menjadi pusat peredaran narkoba hingga dikenal sebagai kampung narkoba.

Namun selama ini kampung tersebut seakan tidak tersentuh oleh aparat.

Polisi akhirnya berhasil menerobos pertahanan dengan sejumlah strategi tertentu dan menangkap 65 orang warga kampung yang diduga terlibat narkoba.

Berikut sejumlah fakta kampung narkoba di Palembang, Sumatera Selatan tersebut:

Pasukan khusus serangan petasan

Dilansir dari Tribun Sumsel, polisi mendapatkan serangan petasan saat masuk ke kampung narkoba itu.

Serangan petasan itu dilakukan oleh sejumlah orang yang khusus bertugas memantau kedatangan polisi.

Orang-orang suruhan itu diketahui mendapatkan bayaran Rp 200.000 per orang per hari.

“Kurang lebih 15 orang,” ujar Andi seperti dilansir dari Tribun Sumsel, Senin (12/4/2021).

Benteng pertahanan

Andi menyebut, kampung narkoba memiliki benteng pertahanan yang kuat.

Benteng yang dimaksud ialah sistem pengawasan yang ketat, baik dari kamera CCTV ataupun pemantauan dari bangunan tinggi.

Para penjaga ini dilengkapi dengan handy talky (HT) untuk saling berkomunikasi.

Ada empat titik yang menjadi sasaran aparat, yaitu Lorong Manggis, Cek Latah, Lorong Segayam dan Lorong Masjid yang masih berada di kawasan Tangga Buntung.

“Benteng-benteng mereka ini akan memberikan informasi ke dalam, kalau ada orang luar yang masuk. Yang ini semuanya kita tangkap,” kata Andi.

Kawasan tak tersentuh, diduga ada beking dari oknum

“Tangga Buntung ini kampung narkotika yang sudah tidak bisa disentuh. Banyak oknum yang membeking mereka,” kata Andi.

Namun dengan perencanaan strategi yang matang selama sepekan, operasi tersebut terbilang sukses, meskipun ada pelaku yang kabur.

“Satu bandar atas nama Ateng berhasil kabur, tapi istrinya HJ kita tangkap dan satu bandar lagi bernama Juni,” katanya.

Berita Terkait  Kunjungi RSUD Bendan, Menko PMK Dorong Penanganan Pasien Covid-19

“HJ ini istri dari bandar besar, suaminya sudah kita tetapkan DPO. Saat kami gerebek rumah HJ, sabu ini ditemukan di atas plafon rumah. Ada 1,5 kilogram,” lanjutnya.

Lari mencebur ke sungai

Sejumlah warga kampung narkoba juga sempat melarikan diri dan melakukan aksi nekat dengan menceburkan diri ke Sungai Musi.

Namun aparat sudah mengantisipasi hal tersebut sehingga aksi mereka yang hendak kabur bisa diatasi.

Selain menangkap 65 orang, polisi juga menyita 1,5 kg sabu-sabu, 8 buah senjata tajam, 42 petasan, 41 bong, dan 1 botol cuka para.

Kemudian ada 5 buah timbangan digital, 2 HT, 33 ponsel, 1 unit decoder CCTV, 73 korek api, 109 buah pirek, dan 2 mobil CRV. (kompas)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *