Marak Isu akan Dipecat, Ini Kiprah Novel Baswedan di KPK

  • Bagikan
Novel Baswedan. Foto Jawa Pos

INDONESIAUPDATE.ID – Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan jadi sorotan usai mengaku mendengar kabar bahwa dirinya dan sejumlah pegawai tidak diloloskan dalam seleksi alih status sebagai aparatur sipil negara (ASN). Disebutkan nama-nama pegawai tersebut sangat tidak layak jika tidak lolos dalam seleksi itu.

“Cuma itulah aku paham tapi nanti begitu disampaikan itu benar baru bisa dikonfirmasi kan tapi rasanya kayak begitu sih,” kata Novel, Selasa (4/5/2021).

“Mau dikaitkan dengan kemampuan akademis, mereka hebat-hebat. Mau dikaitkan dengan nasionalisme, mereka orang-orang yang selama ini bela negaranya kuat, antikorupsinya kuat, integritasnya bagus-bagus, radikalisme nggak nyambung karena heterogen,” paparnya.

Berikut sosok dan kiprah Novel Baswedan yang memegang banyak kasus besar di KPK.

Lulusan Akpol

Novel Baswedan lulus dari Akademi Kepolisian (AKpol) pada 1998 dan mengawali kiprahnya di Polri. Pada 2004, dia menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu dengan pangkat komisaris.

Saat bertugas di Polres Bengkulu, Novel Baswedan sempat dijerat dalam kasus penembakan tersangka pencurian sarang walet. Namun dalam sidang etik Polri, dirinya dinyatakan bukanlah pelaku yang dituduhkan.

Karir di KPK

Novel Baswedan mengawali karirnya di KPK sejak 2014. Ia diangkat sebagai penyidik KPK dan ikut berperan penting dalam sejumlah kasus besar hingga saat ini.

Berikut ini sejumlah kasus korupsi besar di mana Novel terlibat sebagai penyidiknya:

1. Kasus proyek simulator SIM yang salah satunya menjerat mantan Kakorlantas Irjen Djoko Susilo. Kasus ini diusut KPK pada 2011.

2. Kasus korupsi e-KTP. Kasus ini menjerat sejumlah nama, salah satunya mantan Ketua DPR RI Setya Novanto. Kasus korupsi e-KTP merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun.

Berita Terkait  Novel Baswedan Pimpin Penangkapan Menteri Edhy Prabowo

3. Kasus suap dan gratifikasi mantan Sekretaris MA Nurhadi. Dalam kasus ini, Nurhadi dinyatakan terbukti menerima suap-gratifikasi senilai Rp 49 miliar.

4. Kasus suap eks Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar.

5. Kasus suap ekspor benih lobster yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

6. Kasus wisma atlet yang menjerat eks anggota DPR Angelina Sondakh.

Disiram Air Keras

Salah satu kasus menghebohkan yang menyeret nama Novel Baswedan adalah kejadian penyiraman air keras. Pada 11 Maret 2017, saat jalan kaki usai solat Subuh di masjid, dirinya disiram air keras hingga membuat kedua matanya rusak parah.

Kondisi matanya yang rusak parah mengharuskan Novel Baswedan diterbangkan ke Singapura untuk menjalani perawatan pada 12 April 2017. Dirinya menjalani operasi di Singapore General Hospital dan sempat memberi keterangan soal sosok jenderal yang diduga menjadi pelaku teror.

Dua tahun setelah kejadian, polisi mengamankan dua pelaku yang melakukan penyerangan terhadap Novel Baswedan. Pelaku, yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir diketahui merupakan anggota polisi aktif.

Kedua tersangka divonis 2 tahun penjara dengan Pasal 353 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dengar Kabar Dipecat dari KPK

Nama Novel Baswedan kembali terekspos usai mengaku mendengar kabar dirinya dan sejumlah pegawai KPK tidak lolos tes alih status sebagai ASN. ICW menduga ada upaya untuk memecat para pegawai KPK uang berintegritas.

“ICW beranggapan ketidaklulusan sejumlah pegawai dalam tes wawasan kebangsaan telah dirancang sejak awal sebagai episode akhir untuk menghabisi dan membunuh KPK,” kata peneliti dari ICW, Kurnia Ramadhana, dalam keterangannya, Selasa (5/4/2021).

Menurut ICW, dugaan upaya pelemahan KPK ini juga buntut dari kebijakan Komisioner KPK yang mengesahkan Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 1 Tahun 2021 yang memasukkan asesmen tes wawasan kebangsaan.

Berita Terkait  Ngeri, Empat Anggota DPRD Jabar Dapat Panggilan KPK

ICW menduga kejadian pemecatan terhadap pegawai berintegritas menambah satu masalah usai dilakukannya revisi UU KPK. (detik)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *